Kamis, 07 April 2011

WIKILEAKS

WikiLeaks atau Wikileaks adalah organisasi internasional yang bermarkas di Swedia. Situs Wikileaks menerbitkan dokumen-dokumen rahasia sambil menjaga kerahasiaan sumber-sumbernya. Situs tersebut diluncurkan pada tahun 2006. Saat ini alamat situs telah dialihkan ke www.wikileaks.ch untuk alasan keamanan.
Organisasi ini didirikan oleh disiden politik Cina, dan juga jurnalis, matematikawan, dan teknolog dari Amerika Serikat, , Taiwan, Australia, dan Afrika Selatan. Artikel koran dan majalah The New Yorker mendeskripsikan Julian Assange, seorang jurnalis dan aktivis internet Australia, sebagai direktur Wikileaks. Situs Wikileaks menggunakan mesin .MediaWiki
WikiLeaks telah memenangkan beberapa penghargaan, termasuk New Media Award dari majalah Economist untuk tahun 2008. Pada bulan Juni 2009, WikiLeaks dan Julian Assange memenangkan UK Media Award dari Amnesty International(kategori New Media) untuk publikasi tahun 2008 berjudul Kenya: The Cry of Blood – Extra Judicial Killings and Disappearances, sebuah laporan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Kenya tentang pembunuhan oleh polisi di Kenya. Pada bulan Mei 2010, New York Daily News menempatkan WikiLeaks pada peringkat pertama dalam "situs yang benar-benar bisa mengubah berita".
Pada Juli 2010, situs ini mengundang kontroversi karena pembocoran dokumen Perang Afganistan. Selanjutnya, pada Oktober 2010, hampir 400.000 dokumen Perang Irakdibocorkan oleh situs ini. Pada November 2010, WikiLeaks mulai merilis kabel diplomatik Amerika Serikat.
Wikileaks Indonesia sebuah pemberitaan yang menghebohkan dikabarkan dokumen rahasia indonesia bocor di wikileaks. sebelumnya untuk diketahui wikileaks adalah sebuah situs dari sebuah organisasi internasional yang bermarkas di Swedia. Situs Wikileaks indonesia menerbitkan dokumen-dokumen rahasia sambil menjaga kerahasiaan sumber-sumbernya. Dan berita yang mengejutkan baru – baru ini terungkap bahwa ada sekitar 3.000 dokumen yang berkaitan dengan Indonesia bocor disitus Wikileaks.
Dokumen-dokumen tersebut dikatakan berasal dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia. Dokumen yang di muat di situs wikileaks tersebut membocorkan hal – hal yang cukup sensitif. Sejumlah isu tersebut antara lain diduga terkait lepasnya Timor-Timur dariIndonesia dan pemilihan Presiden pada 2004.
Wikileaks Anggap Presiden SBY Korupsi Istana Membantah. Pembocoran dokumen yang dibilang rahasia oleh Wikileaks mengenai SBY Korup yang dilansir di beberapa koran international luar negeri yaitu, The Age milik Australia dan Sydney Morning Herald langsung mendapat tanggapan dari pihak Istana. Istana menganggap kabar dari Wikileaks yang menuduh bahwa SBY Korup hanyalah sampah belaka.

Seperti yang diketahui, Wikileaks merupakan sebuah situs yang berisi hal kontrofersi, namun entah dalam masalah kebenaranya. Kali ini Wikileaks kembali membocorkan dokumen yang katanya adalah rahasia milik Indonesia, informasi tersebut menuding bahwa Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY terlibat dalam praktek korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, sehingga merusak reputasinya sebagai tokoh yang dianggap bersih dan reformis.
Bocoran Rahasia Wikileaks Tentang SBY Korupsi
Bocoran rahasia yang dilansir oleh Wikileaks salah satunya di publikasikan oleh media Australia, The Age. Pada edisi Jumat 11 Maret 2011, The Age menampilkan judul besar dihalaman depan dengan kalimat, “Yudhoyono ‘abused power’: Cables accuse Indonesian President of corruption.” Bukan hanya koran The Age yang mempublikasikan bocoran dari Wikileaks tentang SBY terlibat korupsi tersebut, surat kabar Sydney Morning Herald pun mengungkap hal serupa.
Dalam informasi atau bocoran yang diakui milik Wikileaks dan di publikasikan oleh The Age menjelaskan bahwa, SBY secara pribadi telah ikut campur tangan dalam permasalahan pemberantasan korupsi di indonesia. Menurut Wikileaks, SBY mempengaruhi Jaksa dan hakim dalam melindungi para tokoh politik yang terlibat kasus korupsi, sekaligus untuk menekan para lawan politiknya.
“Yudhoyono ‘abused power’: Cables accuse Indonesian President of corruption.”
Selain itu juga SBY dituduh telah memanfaatkan lembaga Intelijen untuk memata-matai beberapa lawan politiknya, dan, sedikitnya dalam satu kesempatan, seorang menteri senior di kabinetnya.
Data yang dimiliki oleh Wikileaks yang diklaim milik diplomatik Kedubes AS juga ternyata menganggap bahwa Jusuf Kalla yang pada saat itu menjabat sebagai wakil presiden RI telah membayar jutaan dolar untuk memimpin partai politik terbesar di Indonesia, Golkar, pada kongres Desember tahun 2004 lalu.
Tak sampai disana saja, wikileaks juga menuduh bahwa pihak Istri dan Keluarga dari Presiden RI SBY memanfaatkan kekuasaan untuk memperkaya diri, “Istri presiden dan para kerabat disebutkan dalam laporan politik Kedubes AS, dimana para diplomat Amerika menyebut upaya-upaya keluarga presiden ‘terutama Ibu Negara Kristiani Herawati…untuk mendapat keuntungan finansial dari posisi politiknya,” kira-kira seperti itulah yang di tulis dalam The Age.
The Age mengutarakan, kabar tersebut didapat ketika kunjungan Wakil Presiden Boediono berkunjung ke Canberra untuk bertemu dengan Perdana Menteri ad interim, Wayne Swan, dan para pejabat setempat. Pertemuan tersebut diadakan untuk membicarakan upaya melakukan Reformasi birokrasi Indonesia dari lilitan praktek korupsi yang cukup merajalela di indonesia.
Mengenai bocoran yang di publikasikan oleh The Age yang di klaim dari Wikileaks tersebut mempunyai isi, adanya upaya SBY turut campur tangan dalam permasalahan skandal korupsi suami mantan presiden RI Megawati, Taufik Kiemas.
Dalam hal tersebut Taufik Kiemas pun dituduh telah menggunakan kekuasaan sang Istri sebagai ketua umum PDI-P untuk melindungi dirinya dari jeratan hukum dalam sebuah kasus, kasus tersebut disebut “korupsi yang melegenda selama kepemimpinan istrinya sebagai presiden,” oleh diplomat AS.
Masih adalagi selain itu, masih dalam bulan Desember 2004 pihak kedubes AS di jakarta melaporkan bahwa salah satu penasehat presiden yang dianggap merupakan salah seorang informan politik paling berharga dan penting buat mereka yaitu, T.B. Silalahi, memberi informasi tentang pejabat tinggi Kejaksaan Agung yang saat itu memimpin tim pemberantasan korupsi, Hendarman Supandji, telah mengumpulkan “bukti yang cukup atas kasus dugaan korupsi Taufiq Kiemas dan sudah menyiapkan surat penangkapan.”
Sebagai orang dekat dari SBY, Silalahi memberi tahu bahwa ada perintah dari SBY secara pribadi kepada Jaksa Agung untuk tidak memburur Taufik Kiemas. Setelah permintaan tersebut maka berhentilah upaya untuk menindak lanjuti kasus korupsi yang dilakukan oleh Taufik Kiemas.
Mengenai anggapan dari Wikileaks tentang terlibatnya SBY dalam pembebasan praktek Korupsi di Indonesia, pihak Istana angkat bicara dan membantah isu yang dilansir oleh koran Australia, The Age.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar