Kamis, 07 April 2011

PERISTIWA TSUNAMI di JEPANG

Jepang dilanda gempa bumi berkekuatan 8,8 SR di lepas pantai timur laut Jumat, yang memicu tsunami setinggi 4 meter. Gelombang tsunami itu menghanyutkan mobil dan merobek bangunan di sepanjang pantai di dekat pusat gempa,2 kota tercatat yang terparah adalah iwaki dan sedau,Hingga kini warga tewas yang sudah terdata 19 orang. Korban bisa saja bertambah, sebab tim bantuan masih menyisir pesisir timur negeri itu.

Gempa yang melanda pukul 02:46 itu diikuti oleh serangkaian gempa susulan, termasuk satu gempa 7.4 SR sekitar 30 menit kemudian. US Geological Survey memperbarui kekuatan gempa pertama yang berkekuatan 8,8 SR. Gempa di Jepang adalah gempa ke - 5 paling kuat abad ini.

Gempa menimbulkan ledakan reaktor nuklir di Fukushima, Daichi Jepang. Yang meledak memang bukan inti reaktor, melainkan hanya gedung penyimpang reaktor nuklir tersebut. Meski demikian situasi tetap genting.
Tabung reaktor nuklir pelindung inti radio aktif memang masih utuh, dan belum ada tanda-tanda kebocoran.
Tabung ini didinginkan dengan aliran air laut yang dipompa secara terus menerus, namun gempa bumi dan tsunami yang melanda Jepang sehari sebelumnya menyebabkan pompa air pendingin tidak berfungsi lagi. Sehingga terjadi penimbunan gas di sekitar tabung nuklir yang akhirnya menyebabkan ledakan. Jika terjadi kebocoran radio aktif dikhawatirkan akan terjadi radiasi nuklir yang seperti terjadi di Senoble, Rusia pada tahun 1986 yang menewaskan puluhan ribu jiwa.
Saat ini untuk mencegah lelehnya batang nuklir, para ahli nuklir Jepang menempuh cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Yakni menyuntikkan air laut dalam tabung. Jika gagal maka batang nuklir yang meleleh akan menimbulkan partikel microskoptik yang bisa terbawa angin 40-80 KM. Dan partikel bisa meningkatkan resiko terhadap kanker.
Untuk mengenang gempa 1923 di kembangkan bangunan tahan gempa. Jepang membuat rumah gempa. Rumah gempa ini dibuat sebagai latihan dan Jepang dibiasakan siap akan terjadinya gempa. Bisa dikatakan Jepang terbiasa hidup bersama bencana.
Walaupum Jepang sedang dilanda bencana tetapi Jeoang tetap menjadi importir no. 2 yaitu importir Migas di Indonesia. Belajar dari Jepang, ada baiknya PLTN didirikan jauh dari pusat gempa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar